Langkah Berkelanjutan PT Mulia Inti Perkasa: Update Kegiatan Mei – November 2024
Yayasan Hylobates Awara (Yahywa) terus mendukung dan mendampingi pelaksanaan program pemulihan lingkungan yang dijalankan oleh PT Mulia Inti Perkasa (PT MIP). Selama periode Mei hingga November 2024, PT MIP telah melaksanakan beberapa kegiatan program recovery plan baik di wilayah konsesi perusahaan maupun di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau.
Pada kegiatan di dalam area konsesi, PT MIP melanjutkan serangkaian kegiatan strategis seperti pemetaan area tanam, survei spesies pohon lokal, serta pengambilan anakan dan biji tanaman endemik sebagai bagian dari persiapan pembibitan. Sejumlah titik di dalam area konsesi telah ditentukan sebagai lokasi prioritas penanaman, termasuk di dalamnya adalah area sepadan sungai Anak Sungai Tuyu. Hingga akhir November, lebih dari 1.900 bibit dari berbagai spesies lokal sudah dikumpulkan dan sedang dalam proses persiapan, beberapa diantaranya telah memasuki tahap pengerasan untuk memastikan ketahanan di habitat alaminya.

Sementara itu, di luar area konsesi, kerja sama antara PT MIP dan masyarakat Kampung Long Ayap telah dilaksanakan beberapa kegiatan baik mencakup aspek konservasi maupun peningkatan kapasitas masyarakat. Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu pelatihan panjat pohon untuk pemanen madu tradisional yang diselenggarakan pada Agustus 2024 bersama dengan tim Tree Climbers Indonesia (TCI). Selain pelatihan teknis, perusahaan juga menyediakan dua set alat sebagai pendukung kegiatan pelatihan panjat yang kemudian diserahkan kepada LPHD Long Ayap agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Kemudian pada bulan Oktober 2024, dua kegiatan lanjutan kembali dilaksanakan, yaitu geotagging dan pemeliharaan pohon. Kegiatan geotagging dilaskanakan untuk memetakan sebaran pohon hasil penanaman sebelumnya sekaligus menghasilkan rekomendasi teknis untuk kegiatan penanaman berikutnya. Proses ini dawali dengan diskusi teknis kegiatan, sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan penggunaan alat dan aplikasi pendukung dan pelaksanaan geotagging. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemeliharaan yang berlangsung selama lima hari, terdiri dari 3 hari untuk pembersihan gulma, dan pemupukan pohon, serta lima hari untuk pendataan pohon. Hasilnya tercatat sebanyak 702 pohon yang tercatat hidup yang terdiri dari spesies tanaman buah dan kayu. Pada kegiatan ini PT MIP menyerahkan sejumlah alat pendukung kegiatan pemeliharaan yang diserahkan kepada LPHD Long Ayap.
Yahywa melihat melalui kegiatan kolaborasi semacam ini merupakan landasan yang penting dalam membangun keberlanjutan pengelolaan hutan. Keterlibatan masyarakat, komitmen perusahaan, dan dukungan teknis dari berbagai pihak menjadikan upaya recovery plan dapat berjalan dengan baik.

Leave a Comment